Tracer Study

Tracer Study

Dalam rangka memperoleh data Nasional yang akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja dan sistem pengembangan pusat karir perguruan tinggi khususnya Tracer Study, dengan ini kami sampaikan beberapa hal:

  1. Pusat Karir dan Tracer Studydilaksanakan pada tingkat perguruan tinggi untuk menjamin bahwa desain, metodologi, dan kuesioner yang digunakan terstandar sehingga memungkinkan kompilasi dan komparasi data antar fakultas/program studi/departemen dalam perguruan tinggi tersebut di tingkat Nasional.
  2. Tracer Studyyang dilaksanakan oleh perguruan tinggi seperti dimaksud pada poin 1 di atas merujuk pada standar desain dan metodologi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), sebagai berikut:
    • Tracer Studyharus ditargetkan pada seluruh populasi dan bukan pada kelompok sampel yang sudah dipilih sebelumnya. Populasi target pada pelaksanaan Tracer Study tahun berjalan adalah seluruh lulusan yang menjadi anggota kohort lulusan (2) dua tahun sebelumnya (kohort lulusan bukan kohort angkatan masuk);
    • Tracer Studyyang dilaksanakan oleh perguruan tinggi wajib mencakup seluruh pertanyaan inti Tracer Study Online Ditjen Belmawa. Walaupun demikian perguruan tinggi dapat menambahkan pertanyaan sesuai dengan kepentingan tetapi tidak diperkenankan mengurangi atau mengubah pertanyaan inti dari Ditjen Belmawa. Hal ini untuk menjamin standarisasi instrumen untuk kepentingan kompilasi dan komparasi data Nasional;
    • Perguruan tinggi pemenang bantuan pengembangan pusat karir dan pusat karir lanjutan Ditjen Belmawa wajib mengunggah hasil Tracer Studydi situs yang telah disediakan (http://pkts.belmawa.ristekdikti.go.id) sesuai dengan batas waktu pelaporan yang tercantum dalam surat kontrak hibah;
    • Perguruan tinggi lain yang tidak mendapatkan bantuan juga melaksanakan Tracer Studydengan metode yang sama dan mengunggah hasil Tracer Study pada situs tersebut. Hal ini untuk memperkaya dan memperkuat data Nasional dalam variabel dan indikator pendidikan tinggi, khususnya terkait transisi dan situasi kerja lulusan perguruan tinggi.

Persentase lulusan yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahliannya = 85,3%

Data persentase bidang pekerjaan lulusan diperoleh dari pelacakan alumni melalui buku jejak, angket alumni, dan tracer study via website. Angket alumni disebarkan pada saat diadakan temu alumni, buku jejak alumni diisi ketika alumni mengurus administrasi (pengesahan ijazah), sedangkan tracer study diisi oleh alumni setiap ada perubahan data pekerjaan. Dari analisis data mengenai bidang pekerjaan alumni, diperoleh persentase yang bekerja di bidang pendidikan matematika sebesar 85,3% sedangkan persentase yang bekerja di bidang non pendidikan matematika sebesar 14,7%